Namun, saat ini terdapat empat vaksin yang sedang dikembangkan, dan uji coba pada manusia untuk salah satunya telah dimulai pada bulan Juli.
Duale mengonfirmasi bahwa warga negara Kenya tersebut dinyatakan positif terinfeksi virus jenis Bundibugyo.
Menurutnya, pasien tersebut awalnya melakukan perjalanan darat dari Republik Demokratik Kongo menuju ibu kota Uganda, Kampala, lalu melanjutkan perjalanan dengan pesawat ke Nairobi.
Duale mengatakan bahwa setelah dibawa ke Nairobi Hospital, pasien dipindahkan ke fasilitas isolasi yang dibangun selama pandemi COVID-19. Di sanalah pasien "mengalami demam, menggigil, kelelahan dan kelemahan hebat, nyeri saat menelan, nyeri otot, serta pendarahan di bawah kulit."
"Dokter mencurigai adanya demam berdarah akibat virus berdasarkan gejala dan riwayat perjalanannya, lalu mengambil sampel untuk pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan sampel tersebut positif virus Ebola Bundibugyo," ujar Duale, sebagaimana dilansir BBC.
Pasien meninggal dunia pada Senin (5/10/2026) pukul 23.30 waktu setempat, dan pemakamannya dijadwalkan berlangsung pada Selasa (6/10/2026) sesuai dengan protokol keselamatan kesehatan masyarakat.
Setidaknya 28 orang yang melakukan kontak—termasuk anggota keluarga dan petugas kesehatan—telah diidentifikasi, sementara otoritas kesehatan sedang melacak 23 penumpang dan empat awak pesawat lainnya yang berada dalam penerbangan yang sama.
Seorang pejabat senior Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa pasien tersebut mungkin lolos pemeriksaan di bandara karena obat yang dikonsumsinya menyamarkan gejala penyakitnya.
Kenya telah menerapkan pemeriksaan yang lebih ketat di bandara dan pos perbatasan setelah wabah tersebut dinyatakan terjadi di Republik Demokratik Kongo.
Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat Kenya untuk "tidak panik, karena semua sistem telah disiapkan untuk memitigasi penyebaran penyakit ini." Ia meminta para petugas kesehatan untuk "lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan serta pengendalian infeksi secara maksimal, apa pun kondisi medis yang sedang ditangani."