Laporan media menyebutkan bahwa dinas intelijen asing yang terlibat bukanlah dinas intelijen Rusia, meskipun beberapa dokumen yang bocor memang memuat informasi mengenai Rusia.
Kasus spionase tersebut dilaporkan didasarkan pada bukti yang ditemukan di kediaman Hanning di Hamburg, yang digeledah oleh polisi setempat pada September 2025 sebagai bagian dari penyelidikan terpisah yang melibatkan pengusaha wanita Christina Block.
Block, pewaris grup restoran Block House milik keluarganya, berada di pusat sengketa hak asuh yang menyita perhatian publik dan saat ini sedang diadili atas tuduhan penculikan. Jaksa menduga bahwa ia menyewa perusahaan keamanan swasta milik Hanning, System 360, serta mantan petugas kepolisian kriminal negara bagian, Thorsten Mehles, untuk menculik dua anak bungsunya dari rumah ayah mereka di Denmark dan membawa mereka kembali ke Jerman.
Setelah upaya yang dilakukan oleh System 360 dan Mehles gagal, Hanning diduga melimpahkan tugas tersebut kepada Yaakov Perry, mantan kepala badan intelijen domestik Israel, Shin Bet. Perry, yang kini menjalankan perusahaan intelijen swasta bernama CGI Group, membentuk tim yang menyerang mantan suami Block dan menculik anak-anaknya. Mantan suami tersebut, Stefan Hansel, mengklaim bahwa Hanning juga merekrut mantan kepala Mossad, Danny Yatom, untuk turut serta dalam operasi itu.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.