"Mungkin kalau untuk mengatasi ini sekitar 50 cukup, Bapak. Karena yang penting itu alatnya ada itu bisa cepat kita pakai," jawab Zainul.
Namun, Prabowo memutuskan untuk mengirimkan jumlah pompa yang lebih banyak dari kebutuhan yang disampaikan tersebut.
"Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200," kata Prabowo.
"Siap. Terima kasih, Bapak," timpal Zainul.
Selain kekurangan pompa air, penanganan karhutla juga terkendala keterbatasan tim pengebor sumur bor yang akan digunakan untuk membantu pemadaman. Zainul mengatakan, saat ini hanya ada dua tim pengebor yang dapat dikirim ke lokasi karena kondisi medan yang sulit.
Prabowo kemudian menawarkan bantuan dana untuk membayar tim pengebor tambahan. Ia menanyakan biaya pembuatan satu titik sumur bor kepada Zainul.
"Satu tim bor bisa kau bikin di situ? Pompanya kan dari kita, timnya kan bisa rakyat setempat kali ya?" tanya Prabowo.