Bahkan, Kemal Idris, salah satu dari tujuh panglima, disebut mengarahkan moncong meriam ke Istana Kepresidenan. Tindakan itu dilakukan dengan dalih melindungi Presiden Soekarno dari demonstrasi mahasiswa.
Ketegangan tersebut dipicu tertundanya pelaksanaan pemilihan umum (pemilu). Kemudian, memunculkan anggapan bahwa DPRS, yang saat itu mendapat dukungan Soekarno, berupaya mempertahankan kekuasaan di tengah situasi nasional yang kian memburuk. Adapun Soekarno menolak tuntutan pembubaran Parlemen dengan alasan tak ingin menjadi diktator.
Pada periode tersebut, perselisihan di internal militer dan di antara partai-partai politik semakin tajam. Di sisi lain, praktik korupsi meluas dan kondisi keamanan dalam negeri terus memburuk. Berbagai persoalan itu turut memperkeruh situasi politik hingga memicu desakan agar DPRS dibubarkan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.