Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Serangan Drone Hantam Pasar Abyei, 153 Orang Tewas 

Arief Setyadi , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |10:48 WIB
Serangan Drone Hantam Pasar Abyei, 153 Orang Tewas 
Ilustrasi ledakan akibat serangan drone (Foto: Ist)
A
A
A

MSF mendesak seluruh pihak yang bertikai untuk menghentikan serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil. Organisasi tersebut juga menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan penting lainnya.

Pasar Amiet merupakan pusat perdagangan yang melayani komunitas Ngok Dinka dan Misseriya di wilayah tersebut. Abyei adalah kawasan kaya minyak yang statusnya belum terselesaikan meskipun perjanjian damai 2005 telah mengakhiri perang saudara selama beberapa dekade di Sudan. Persoalan wilayah tersebut juga belum tuntas ketika Sudan Selatan merdeka pada 2011.

Rencana referendum untuk menentukan status Abyei terhenti akibat perselisihan mengenai pihak-pihak yang berhak memberikan suara. Mayoritas warga Ngok Dinka menginginkan wilayah tersebut bergabung dengan Sudan Selatan, sedangkan kelompok nomaden Misseriya, yang memanfaatkan padang rumput di kawasan itu, menginginkannya tetap menjadi bagian dari Sudan.

Selain konflik terkait status wilayah, Abyei juga pernah dilanda kekerasan antarkomunitas, termasuk bentrokan terkait perebutan lahan antara komunitas Ngok Dinka dan komunitas Twic Dinka yang bertetangga.

Sementara militer Sudan dan kelompok paramiliter Pasukan Pendukung Cepat (Rapid Support Forces/RSF) telah terlibat dalam perang sejak April 2023. Konflik tersebut menghancurkan sebagian besar wilayah Sudan dan mengancam stabilitas di kawasan perbatasan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement