JAKARTA - Sedikitnya enam warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan Israel di Jalur Gaza, pada Minggu 25 Oktober 2026. Salah satu serangan menghantam Universitas Islam di Kota Gaza dan menewaskan tiga orang, sementara sejumlah mahasiswa dilaporkan terluka.
Dilansir dari trtworld, Senin (26/10/2026). Rumah Sakit Al Shifa mengatakan, telah menerima tiga jenazah dan merawat delapan orang yang terluka akibat serangan pesawat tak berawak di Kota Gaza.
Dua sumber di Universitas Islam menyebutkan bahwa korban tewas dalam serangan tersebut merupakan staf administrasi kampus, sedangkan para korban luka adalah mahasiswa.
Sementara itu, badan pertahanan sipil melaporkan empat warga Palestina lainnya tewas di lokasi berbeda di Jalur Gaza. Secara keseluruhan, sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel di wilayah tersebut pada Minggu, berdasarkan keterangan sumber medis.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga melaporkan bahwa serangan Israel dalam 24 jam terakhir telah menewaskan empat warga Palestina dan melukai 14 orang lainnya.
Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan, jumlah korban tewas sejak perang pecah pada Oktober 2023 telah mencapai 74.544 orang. Sementara itu, total korban luka dilaporkan mencapai 175.692 orang.
Meski kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel masih dilaporkan terjadi di Jalur Gaza.
Menurut data kementerian tersebut, serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan telah menewaskan 1.551 warga Palestina dan menyebabkan 5.573 orang lainnya terluka.
Laporan terbaru ini kembali menyoroti jatuhnya korban sipil di Gaza di tengah upaya mempertahankan gencatan senjata dan kondisi kemanusiaan yang masih memprihatinkan.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.