Pada Jumat (23/10/2026), tiga orang bersenjata melepaskan tembakan di sebuah acara pemakaman di gereja Ortodoks Yunani di desa Hamoud, Karak—yang terletak sekitar 120 km (75 mil) di barat daya ibu kota Amman—menewaskan delapan orang dan melukai 40 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Yordania.
Dari mereka yang terluka, 27 orang masih dirawat di rumah sakit pada hari Senin. Direktur Rumah Sakit Militer Prince Ali di kota Karak mengatakan satu orang berada dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi.
Karak merupakan tempat tinggal bagi banyak anggota kelompok minoritas Kristen di Yordania, yang jumlahnya mencapai sekitar 300.000 jiwa dari total 11,5 juta penduduk negara tersebut.
Raja Abdullah II menyatakan bahwa pihak-pihak di balik serangan itu akan menghadapi "hukuman paling berat", seraya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Beliau telah memerintahkan peninjauan kembali prosedur keamanan negara dalam merespons serangan.
Menteri Dalam Negeri Mazen al-Faraya menambahkan bahwa pihak berwenang sedang menelaah faktor-faktor yang mendorong kaum muda untuk melakukan kekerasan, serta akan meminta pertanggungjawaban siapa pun yang terbukti terlibat dalam serangan tersebut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.