JAKARTA – Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan, Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) yang disematkan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto kepada 136 prajurit di bawah kendali Kogabwilhan III, merupakan anugerah atas keberanian pantang menyerah, loyalitas teguh, dan aksi heroik prajurit yang melampaui batas kewajiban utama mereka sebagai seorang prajurit.
Ratusan prajurit dari Kopassus, Kostrad hingga Marinir tersebut merupakan pasukan elite pemburu Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.
Namun diantaranya berasal dari pasukan rahasia atau pasukan intelijen TNI. Mereka adalah 23 Prajurit Satgas Mandala VI / Satgas Intelijen (TNI AD) dan 6 Prajurit Satgas Elang VI (BIN / TNI AD). Total ada 29 pasukan rahasia yang mendapat KPLB.
“Mereka mewakafkan diri dalam menegakkan kedaulatan serta mengamankan keutuhan NKRI di garis terdepan ufuk timur Indonesia,” ujar Lucky Avianto dikutip, Senin (26/10/2026).
Jenderal Kopassus ini mengatakan, banyak simpatisan, anggota hingga pimpinan TPNPB-OPM/KKB Papua yang akhirnya memilih kembali ke pangkuan ibu pertiwi.
“Setelah berbagai upaya persuasif, khususnya melalui pendekatan pembangunan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat maupun daerah yang dilakukan oleh Prajurit TNI di lapangan, dapat membuka mata dan hati saudara-saudara kita tersebut, untuk bergabung ke NKRI,”ungkapnya.
Namun tidak sedikit pula pimpinan dan anggota TPNPB OPM yang harus ditindak tegas dan terukur berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana Rules of Engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan prajuritnya tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM.
“Dalam setiap upaya persuasif maupun penindakan tegas yang kami lakukan, beberapa barang bukti antara lain berbagai jenis senjata api organik, senjata api rakitan senapan angin modifikasi, peluru tajam, senjata tajam, puluhan ribu kilo ganja, dan barang-barang lainnya milik TPNB OPM, berhasil kami amankan,” ujar Lucky.
“Sebagai Pangkogabwilhan III, saya pastikan Satgas TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas tersebut, khususnya ketika berhadapan dengan situasi tertentu agau mendesak, mengingat prinsip salus populi suprema lex esto (keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi) senantiasa menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM,” tegasnya.
Selaku pengendali operasi di Wilayah Pertahanan III, dia mengapresiasi dan memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para prajurit Satgas Yonif 9 Marinir (TNI AL), Satgas Rajawali V (TNI AD), Satgas Kopasgat (TNI AU), serta Satgas Mandala VI dan Satgas Elang VI (BIN).
Menurutnya, perjuangan dan ketulusan kalian di medan penugasan Tanah Papua, sejatinya adalah teladan bagi seluruh patriot bangsa di republik ini.
“Insya Allah, nyala api dan pengorbanan 136 prajurit ini, akan terus menggelorakan semangat di dada setiap prajurit agar senantiasa teguh, tak gentar dalam membela kedaulatan dan mengabdi untuk kejayaan NKRI,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.