Selain peluang kerja sama di bidang pendidikan, gagasan ekoteologi dan diplomasi keagamaan yang disampaikan Menag dalam forum internasional di Assisi turut mendapat respons hangat dari pihak penyelenggara. Bahkan, kedua konsep tersebut rencananya akan diangkat sebagai tema utama pada pertemuan mendatang.
“Jadi, statement kita tentang ekoteologi dan tentang religious diplomacy itu nanti juga akan dijadikan tema besar yang akan datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, para peserta forum juga antusias mempelajari Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa di Indonesia. Alokasi waktu berbicara Menag yang semula dijadwalkan tujuh menit pun membengkak hingga sekitar 30 menit karena banyaknya peserta yang ingin mendalami konsep Pancasila.
“Karena mereka itu tertarik, minta dijelaskan tentang Pancasila. Pancasila itu bisa menjadi bukan hanya nilai-nilai Indonesia, tetapi juga bisa menjadi nilai-nilai universal,” ungkapnya.
Di samping menghadiri forum tersebut, Nasaruddin juga menggelar pertemuan khusus dengan Menteri Luar Negeri Vatikan guna membahas penguatan hubungan bilateral, khususnya dalam menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan global. Menurutnya, Indonesia dan Vatikan memiliki kesamaan pandangan mengenai pentingnya membela kelompok yang tertindas tanpa memandang latar belakang agama.
“Bahwa siapa pun yang tertindas itu harus dibela, dari kelompok agama mana pun,” tegasnya.
Nasaruddin berharap respons positif selama kunjungan kerja ini dapat segera ditindaklanjuti menjadi bentuk kerja sama konkret, baik dalam bidang dialog antaragama, pendidikan, maupun penguatan diplomasi keagamaan.
“Dan itulah, saya kira, connecting yang sangat bagus antara Indonesia dan Vatikan,” pungkasnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.