Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menag: Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama, Banyak Negara Ingin Belajar

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Jum'at, 30 Oktober 2026 |15:39 WIB
Menag: Indonesia Jadi Model Moderasi Beragama, Banyak Negara Ingin Belajar
Menteri Agama Nasaruddin Umar.
A
A
A

JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Indonesia kini menjadi contoh moderasi beragama di mata dunia. Hal itu disampaikan Menag seusai melakukan kunjungan kerja ke Italia dan Vatikan untuk menghadiri pertemuan tokoh agama dunia di Assisi.

Nasaruddin mengungkapkan, sejumlah negara menunjukkan ketertarikan untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Masjid Istiqlal. Negara-negara tersebut di antaranya Inggris, Australia, dan Pakistan.

“Mereka ingin kerja sama dengan Kementerian Agama dan Istiqlal, terutama di Inggris, ya, kemarin Inggris, Australia, dan Pakistan,” ujar Nasaruddin, dikutip Jumat (30/10/2026).

Dia menilai ketertarikan tersebut membuktikan bahwa pengalaman Indonesia dalam mengelola keberagaman dan menjaga kehidupan beragama yang toleran mendapat perhatian positif dari dunia internasional.

“Pokoknya Indonesia itu sekarang jadi model, ya, terutama moderasi beragama kita,” ungkapnya.

Selain negara-negara tersebut, dua perguruan tinggi di Italia dan Vatikan juga menyampaikan minat serupa untuk mempelajari cara Indonesia menjaga persatuan di tengah masyarakat majemuk.

“Ada dua universitas di Italia dan Vatikan itu mengajak kita kerja sama,” katanya.

Salah satu perguruan tinggi tersebut adalah Pontificio Istituto di Studi Arabi e d'Islamistica (PISAI), lembaga pendidikan binaan Takhta Suci Vatikan yang berfokus pada studi Arab dan Islam.

Nasaruddin menjelaskan, kerja sama ini menjadi momentum berharga bagi kedua pihak untuk saling mempelajari tradisi serta pengalaman masing-masing.

“Mereka berkepentingan untuk belajar ke Indonesia. Kita pun juga, saya kira, perlu belajar di Vatikan,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin juga menyempatkan diri mendatangi Perpustakaan Vatikan. Ia mengaku menemukan beragam koleksi literatur Islam, termasuk sejumlah kitab langka yang jarang dijumpai di Indonesia maupun kawasan Timur Tengah.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement