Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.
Saat proses penertiban berlangsung di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam.
Menurut Donny, personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, petugas melakukan tindakan pengamanan secara bertahap. Tindakan tersebut diawali dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian dilanjutkan dengan munisi karet.
“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.
Donny menambahkan, TNI AD menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa mendalam atas meninggalnya warga dalam peristiwa tersebut. Pihaknya juga berharap seluruh korban luka segera pulih.
TNI AD terus berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.
“Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel,” tegasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.