Sejumlah kelompok bersenjata merespons kebijakan pemerintah tersebut dengan meningkatkan serangan terhadap angkatan bersenjata Kolombia.
Pekan lalu, sebuah pangkalan militer di Provinsi Tolima menjadi sasaran serangan menggunakan rudal rakitan dari tabung gas. Serangan tersebut menewaskan empat warga sipil, termasuk seorang bayi berusia dua bulan.
Sementara itu, polisi di Kota Cucuta, yang berada di wilayah perbatasan, juga beberapa kali menjadi sasaran serangan bom yang diaktifkan dari jarak jauh.
Menurut data ACLED, kelompok pemantau konflik bersenjata, pasukan pemerintah dan kelompok bersenjata ilegal tercatat melakukan 34 serangan menggunakan bom atau bahan peledak di Kolombia selama empat pekan hingga 16 Oktober. Angka tersebut meningkat 9 persen dibandingkan rata-rata dalam periode empat pekan pada tahun lalu.
Kesepakatan damai antara pemerintah Kolombia dan FARC pada 2016 sebelumnya mendorong demobilisasi lebih dari 14.000 pejuang. Namun, sejak saat itu, sejumlah kelompok bersenjata yang lebih kecil terlibat dalam perebutan wilayah bekas kekuasaan kelompok pemberontak tersebut.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.