Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jalan Provinsi di Banyumas Terancam Putus

Ridwan Anshori , Jurnalis-Minggu, 11 November 2007 |16:47 WIB
Jalan Provinsi di Banyumas Terancam Putus
A
A
A


BANYUMAS -
Hujan deras pada Minggu (11/11/2007), membuat pondasi jalan raya provinsi di Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, ambrol. Akibatnya, jalan penghubung Banyumas-Cilacap-Bandung itu terancam putus. Pengendara kendaraan bermotor diminta berhati-hati saat melewati daerah tersebut.

Ketua RT setempat, Sugiono mengatakan, ambrolnya pondasi bahu jalan propinsi itu karena tergerus luapan laju air. Drainase yang tersumbat sampah menjadi salah satu penyebabnya. "Pondasi itu tak dapat menahan luapan air. Apalagi saat hujan datang, drainase itu kerap banjir. Luapan air itu mengikis air kemudian membuatnya ambrol," katanya, Minggu (11/11/2007).

Dia menambahkan, jika tidak segera diperbaiki dengan permanen, lambat laun akan putus total. Pasalnya, tanah pinggir jalan raya itu tidak dapat menahan terjangan air. tanah setinggi satu meter dapat tergusur air hujan. "Tanah itu mulai parah karena terkikis, sehingga daya tahan tanah berkurang," imbuhnya.

Untuk saat ini, yang bisa dilakukan warga adalah memasang dua buah drum yang dipasang di pinggir jalan itu agar pengendara waspada. Apalagi, selain rawan longsor, kondisi jalan rawan kecelakaan lalu lintas. Kondisi di sekitarnya juga tempak beberapa lobang.

Pantauan di lapangan, di jalan raya Ajibarang-Wangon terdapat beberapa titik jalan berlobang. Titik jalan berlobang itu antara lain di jalan raya Desa Banteran, Cikakak, Windunegara, Tiparkidul, Karangbawang serta sebelah selatan terminal Ajibarang.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement