SLEMAN - Warga Dusun Keratuan, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pekam, Kabupaten Sleman, DIY dikejutkan dengan kejadian tenggelamnya Harmadi (11) pelajar kelas 5 sekolah dasar warga Dusun Tegal Turi, Desa Girikerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman dan Indra (35) salah seorang pekerja di Sungai Bendungan tangkil.
Kedua korban tewas di Sungai Bendungan Tangkil Selasa, 20/11/2007 sekitar pukul 14.00 WIB dan baru diketemukan sekitar pukul 16.00 WIB oleh team SAR gabungan dari provinsi DIY, Kabupaten Sleman, Brimop dan UGM setelah dilakukan penyelaman di sungai Bendungan Tangkil.
Menurut saksi Widiyanto (25) warga setempat, korban Harmadi bersama ketiga temannya usai sekolah dengan mengendari sepeda ontel menuju sungai Bendungan Tangkil. Korban bersama ketiga temannya berhenti disekitar sungai Bendungan Tangkil. Selang beberapa saat korban bersama tiga rekannya mandi di pinggir sungai. Namun korban Harmadi berenang agak ketengah, karena arus deras dan dalam, korban akhirnya terbawa arus semakin ketengah.
Melihat temannya terseret arus dan timbul tenggelam, ketuga rekannya berteriak minta tolong. Teriakan tersebut didengar oleh Indra yang sedang ikut proyek perbaikann sungai bendungan Tangkil. Korban Indra selanjutnya langsung terjun ke sungai bermaksud untuk menolong korban. Namun karena arus cukup deras dan korban dalam kondisi timbul tenggelam dalam sungai, maka korban tidak sanggup menolong bahkan turut menjadi korban tewas.
Adanya kejadian 2 orang tenggelam, warga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian terdekat. Dalam waktu tidak lama aparat kepolisian dengan tim SAR langsung datang ke lokasi dan mulai melakukan pencarian. Akhirnya setelah 2 jam dilakukan penyelaman kedua korban ditemukan, namun sudah dalam kondisi meninggal dunia.
Kapolres Sleman AKBP Idris Kadir ketika di konfirmasi menyatakan kedua korban tewas berdasarkan hasil identifikasi merukan murni kecelakaan karena tidak ada tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban.
"Setelah dilakukan identifikasi, kedua korban langsung di bawa ke RS Sardjito Yogyakarta untuk mengetahui kepastian penyebab kematiannya," ujar Idris Kadir singkat.
(Daru Waskita/Trijaya/ahm)