BANYUMAS - Korban hilang asal Banyumas, Jawa Tengah akibat tenggelamnya Kapal Mezzanine di Lepas Pantai Utara Taiwan bertambah satu orang. Sutarno (40) hingga kini masih dinyatakan hilang dan belum ada kepastian akan nasibnya. Kini keluarga korban terus berharap agar Sutarno ditemukan baik dalam keadaan hidup ataupun meninggal.
Warga Desa Kali Sube, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas ini belum diketahui nasibnya sejak kecelakaan kapal tersebut. Anak sulung korban yang bernama Sarifah Nur Pratiwi (17) tampak sedih menunggu kabar kepastian tentang nasib ayahnya. Sedangkan Ananda Esti (6), anak bungsu Sutarno sepertinya tidak tahu tentang keadaan yang menimpa ayahnya.
Sementara Sartinah, ibu mertua Sutarno tak kuasa menahan kesedihannya ketika mendengar kabar anak mantu kesayangannya mengalami kecelakaan.
"Kami semua berharap Sutarno bias ditemukan baik dalam keadaan hidup ataupun sudah meninggal" ujarnya lirih, Minggu (2/12/2007).
Nurjanah (35), istri dan kedua orang tua Sutarno langsung menuju Jakarta untuk memastikan nasib Sutarno. Istri Sutarno akan menanyakan kepada perusahaan kapal tersebut yaitu PT Citra Buana Bahari. Sutarno diduga merupakan salah satu korban tewas tenggelamnya Kapal Mezzanine di Perairan Utara Taiwan.
Sutarno bekerja sebagai koki di kapal tersebut kurang lebih satu tahun. Sebelum pergi, Sutarno tidak menunjukkan gelagat aneh. Namun ia sempat mengatakan kepada istrinya, jika Bulan Desember ini akan ada kejutan. Namun hingga kini keluarga Sutarno belum mengetahui kejutan yang dimaksud.
Kini keluarga Sutarno di Banyumas, tetap berharap tentang kepastian keadaan Sutarno. Mereka meminta kepada pihak perusahaan agar bisa menemukan Sutarno baik dalam keadaan hidup ataupun sudah meninggal dunia.
(Saladin Ayyubi/Global/kem)