JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan meningkatkan koordinasi dengan otoritas pemerintah Taiwan dalam upaya pencarian 26 anak buah kapal (ABK) MV Mezzanine asal Indonesia, yang tenggelam di perairan lepas pantai utara Taiwan, beberapa waktu lalu.
"Pemerintah akan terus meningkatkan koordinasi, karena baru dua WNI yang ditemukan," ujar Juru Bicara Departemen Luar negeri Kristiarto Legowo, di Departemen Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (7/12/2007).
Menurutnya, proses pencarian oleh otoritas Taiwan hingga kini masih terus dilakukan, namun intensitasnya mulai berkurang. Meski demikian upaya pencarian korban kapal pengangkut bijih besi berbendera Panama ini masih rutin dilakukan Taiwan.
"Mereka punya SOP (Standard Operational Procedure) sendiri," tukas Kristiarto.
Kapal MV Mezzanine yang mengangkut sedikitnya 28 ABK asal Indonesia itu tenggelam di perairan perairan Keelung, Taiwan 27 November lalu. Dua korban sudah berhasil ditemukan, yakni Herry Marthen Bakarbessy, yang berhasil lolos dari maut dan satu korban tewas asal Bangkalan Madura, Jumali.
(Farid Rusdi/Trijaya/pie)