TULUNGAGUNG - Air sungai yang beriak deras mungkin nampak indah dalam pengelihatan Irma Rumaya (3) warga Desa Bungur Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Tidak sadar datangnya bahaya yang mengancam balita ini dengan santai menceburkan diri ke sungai.
Hanya hitungan menit, bocah ingusan itupun lenyap ditelan derasnya air sungai. Sebab Irma memang belum bisa berenang. Masyarakat sekitar sungai di desa itupun geger mencarinya. Saat ditemukan Irma sudah dalam keadaan tak bernyawa. Peristiwa itu terjadi di sungai Bungur sekira pukul 17.15 WIB Kamis (13/12/2007).
Ceritanya sore itu Irma dan Zaenal Arifin (4) sepupunya, sedang bermain bersama-sama di rumah. Mungkin karena jenuh, dua bocah itu diam-diam berjalan kaki ke arah sungai yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. Saat mereka meninggalkan rumah, kedua orang tua korban dalam keadaan sibuk membersihkan rumah.
Karena musim hujan, anak sungai Brantas yang memiliki kedalaman sekitar 1 meter dan lebar 8 meter ini cukup besar airnya. Kebetulan suasana sungai sore itu sepi. Awalnya keduanya hanya bermain-main dipinggir sungai. Namun kemudian mencoba ketengah untuk mandi. Korban sempat melepas baju untuk mengikuti Zaenal yang cukup bisa berenang.
Pada saat itulah tubuh korban langsung terseret oleh arus sungai dan hilang dari pandangan. Melihat saudaranya tenggelam, Zaenal lantas berlari pulang memberitahukan kepada orang tuanya. Saat ditemukan korban dalam keadaan tidak bernyawa. Kabagbina Mitra Kompol Suparno ketika dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa itu. "Korban tewas tenggelam karena tidak bisa berenang," ujarnya.
(Solichan Arif/Sindo/fit)