KUPANG - Gelombang pasang yang terjadi secara tiba-tiba di Pantai Noda-Ende, Minggu (30/12) kemarin menewaskan 2 warga yang sedang berwisata di pantai tersebut.
Kedua korban tewas yakni Fander Paulo Sakaria (17), siswa SMU Katolik Syuradikara dan Tomy Asan Fernandez (17), siswa SMU Negeri Larantuka-Flores Timur.
Keduanya tewas terseret gulungan ombak setinggi kurang lebih tiga meter.Saat gelombang pasang terjadi, pantai wisata itu, ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk menikmati panorama pantai yang cukup indah di daerah itu.
Sejumlah saksi mata mengatakan, peristiwa itu terjadi begitu cepat sehingga kedua korban tidak dapat meloloskan diri.
"Ombak sangat besar datang secara tiba-tiba saat semua pengunjung sementara menikmati panorama laut. Saya mendengar ada teriakan minta tolong tetapi pada saat yang sama, keselamatan saya juga terancam," kata Syamsul, anggota Brigade Mobil Kompi B-Ende, salah satu saksi mata yang sempat terseret gulungan ombak namun berhasil menyelamatkan diri.
Menurutnya, aparat kepolisian dan masyarakat yang melakukan penyisiran disekitar lokasi kejadian berhasil menemukan jenazah Fander yang sementara terapung. Sedangkan Tomi, hingga kini belum ditemukan.
(uky)