BANDUNG - Sebanyak seratusan orang yang berasal dari warga Garut melakukan aksi unjuk rasa di depan KPU Jawa Barat (Jabar). Namun siapa yang menyangka, massa yang berdatangan itu awalnya ternyata diajak untuk berunjuk rasa menuntut keadilan bagi korban gempa bumi.
"Saya tadinya mau menuntut keadilan untuk korban gempa di Garut beberapa waktu lalu yang tidak mendapat bantuan, tetapi malah disuruh demo di sini (KPU)," kata seorang ibu yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (22/4/2008).
Sebelumnya, seratusan orang ini tergabung dalam massa yang terdiri Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI), Forum Masyarakat peduli Pilkada Jabar, Front Pemuda dan Mahasiswa jabar, serta sejumlah pendukung Agum Gumelar dan Nu'man Abdul Hakim (Aman).
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, ribuan orang ini sempat terlibat adu dorong dengan sekira 500 petugas kepolisian. Satu orang mengalami luka-luka dan harus mendapat perawatan di mobil kesehatan.
Korlap Forum Masyarakat Peduli Pilkada Jabar, Lilik Lukman Hakim mengatakan pihaknya meminta KPU Jabar dibubarkan. Mereka menilai, KPU Jabar tidak bertindak professional dalam melakukan tugasnya.
"Sehingga 30 persen warga Jabar tidak menggunakan hak pilihnya. Kita juga menuntut diadakan pemilihan susulan kepada warga Jabar yang tidak menggunakan hak pilihnya," tandasnya.
Massa juga membawa sejumla poster yang antara lain bertuliskan "Hak suara kami dikebiri", "KPUD perusak demokrasi di Jabar", "Buburkan KPUD Jabar karena tidak profesional", serta "KPUD dan Dinas Kependudukan bertanggung jawab kepada warga Jabar".
(Andhini/Sindo/kem)