BANDUNG - Agum Gumelar mengimbau oknum-oknum kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk tidak menyebarkan isu-isu berbau SARA yang menyudutkan dirinya.
Pernyataan Agum itu disampaikan setelah dirinya mendapatkan banyak informasi kampanye hitam yang menjelek-jelekkan dirinya bersama Nu'man Abdul Hakim, menjelang pemilihan gubernur 13 April lalu.
"Saya mengimbau oknum-oknum kader PKS jangan lagi berkampanye membawa SARA. Karena ini akan mengancam keutuhan bangsa," tegas Agum.
Itu dikatakan Agum didampingi Nu'man Abdul Hakim, dalam jumpa pers di kediaman Agum, Jalan Pagargunung Nomor 6, Bandung, Rabu (23/4/2008).
"Setelah pilgub berjalan, banyak informasi yang saya terima, dan informasi itu menunjukkan kami dirugikan. Di antaranya, black campaign, pembusukan terhadap saya yang berbau SARA lewat spanduk, SMS, dan selebaran. Itu terjadi di mana-mana. Saya pun membentuk tim investigasi," beber mantan Danjen Kopassus ini.
Selaina adanya kampanye hitam, menurut Agum, kekalahan dirinya juga disebabkan banyaknya daftar pemilih tetap (DPT) yang tidak akurat. Menurut Agum, KPU Jawa Barat tidak memutakhirkan datanya.
"Banyak yang tidak memilih. Bahkan yang golput mencapai 33%. Selain itu juga terjadi penggelembungan suara oleh salah satu pasangan calon dan pengikisan suara Agum-Nu'man," urainya.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.