Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kerap Mengutil, 3 Cewek ABG Dibekuk

Hari Tri Wasono , Jurnalis-Senin, 23 Juni 2008 |17:08 WIB
Kerap Mengutil, 3  Cewek ABG Dibekuk
A
A
A

KEDIRI - Dua geng pelajar yang meresahkan masyarakat Kota Kediri diringkus polisi. Kedua geng yang masing-masing terdiri dari tiga pelajar laki-laki dan tiga pelajar perempuan ini telah menjarah beberapa rumah warga dan swalayan.

Geng pertama yang berhasil diringkus Satuan Reskrim Polresta Kediri adalah kelompok pelajar perempuan yang terdiri dari Irianovi (17), dan Dimavini Aprilia (15), keduanya warga Desa Dlopo, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, serta Mia Harmiati (14). Warga Kel Tepus, Kecamatan Gampengrejo, Kediri.

Geng ini dipimpin oleh Irianovi yang berstatus pelajar SMA Brawijaya Kediri kelas II, yang selalu mengajari teknik mencuri kepada Mia dan Dimavini yang masih duduk di bangku SMP kelas III.

Dengan berlagak seperti layaknya pembeli biasa, ketiganya selalu bersama-sama saat melakukan penjarahan di sejumlah toko dan swalayan. Setelah menemukan barang yang diincar, ketiganya membagi tugas sebagai pengawas situasi dan pengambil barang.

Berbekal pakaian dan tas yang longgar, mereka memasukkan satu per satu barang-barang itu untuk dibawa kabur.

"Setiap orang membawa barang yang sama untuk dimasukkan ke dalam pakaian. Kami membagi tugas untuk mengawasi penjaga toko," jelas Irianovi saat diperiksa petugas.

Hingga kini, tercatat sedikitnya tiga toko dan pusat perbelanjaan yang telah mereka jarah. Diantaranya adalah toko busana Mentari dan swalayan Borobudur yang terletak di Jalan Doho, serta pusat perbelanjaan modern Doho Plasa. Di lokasi terakhir inilah aksi mereka terpergok petugas keamanan swalayan setempat.  

Saat diperiksa petugas di Mapolresta Kediri, ketiganya telah mengambil puluhan jenis barang dari tiga lokasi itu. Di antaranya adalah cincin, peralatan kosmetik, pakaian dalam, jaket, makanan ringan, baterei, minyak telon, radio walkman, dsb.

Diperkirakan nilai benda-benda itu mencapai Rp500 ribu.Penangkapan ketiga pelajar itu tak pelak membuat keluarga mereka kaget. Nurcholifah (35), bibi Dimavini Aprilia mengaku tidak percaya jika keponakannya bisa melakukan aksi seperti itu.

Selama ini ia dikenal pendiam dan penurut kepada orang tua. Ia menduga ulah Dimavini akibat pengaruh Irianovi yang dikenal nakal.
 
"Ponakan saya mulai aneh-aneh setelah bergaul dengan Novi. Ia memang anak kos yang tidak pernah mendapat perhatian dari orang tuanya," ujar Nurcholifah kecewa. 

Selain geng perempuan ini, polisi juga membekuk geng pelajar laki-laki yang terdiri dari Abil Hasan (16), warga Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, dan Riza Rispendi, (16), warga Kel Mojoroto, gang VIII,  keduanya pelajar SMP swasta di Kota Kediri. Dalam aksinya, kedua siswa ini dibantu oleh Heru Cahyono (16), warga Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kediri yang merupakan teman bermain mereka.

Ironisnya, kedua pelajar ini mengancam Heru Cahyono untuk melakukan pencurian meski bocah tersebut mengalami gangguan tuna wicara. Jika menolak, kedua pelajar nakal itu tak segan untuk memukulnya. Dari tangan mereka, petugas berhasil menyita perhiasan, arloji, dan DVD, yang dijarah dari tiga rumah di Perumahan Wilis Indah II Kediri.

"Kami akan tetap memproses mereka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian. Tidak ada perlakuan istimewa meski masih pelajar," ujar Kepala Urusan Bina Operasional Reskrim, Iptu Yusuf.

(Fitra Iskandar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement