PAMEKASAN - Feri Falentino (2), korban luka bakar tercebur minyak panas, mulai mendapat perawatan secara medis, dari tim dokter RSD Pamekasan. Untuk tahap pertama, korban menjalani operasi pencucian luka di sekitar tubuhnya, yang berlangsung kurang lebih 10 jam.
Lama masa operasi tersebut, juga disebabkan oleh luka yang diderita sangat serius. Putra pasangan Sucipto dan Hendriwati, warga Desa Duko Timur, Kecamatan Larangan, ini mengalami luka bakar di bagian tubuhnya hingga 30%, bahkan sudah mengalami infeksi.
Dalam masa operasi yang berlangsung selama 10 jam tersebut, tim dokter bekerja keras dengan cara membuang kulit yang terbakar agar sel kulit mati, dengan tujuan bisa hilang berganti kulit baru.
"Untuk memulihkan kondisi luka bakar bayi ini (Feri), dibutuhkan waktu yang cukup lama, minimal menjalani perawatan secara intensif selama 1 bulan," ujar Direktur RSD Pamekasan, dr Sardjono Utomo, Selasa (2/6/2009)..
Menurut Sardjono, penanganan luka bakar tersebut tetap dimaksimalkan, agar infeksi yang diderita bayi malang tersebut cepat sembuh. Baru setelah menjalani masa operasi, pihak dokter akan menerapkan terapi berkelanjutan dengan tujuan agar kondisi Feri kembali normal.
Untuk langkah medis yang dilakukan saat ini. Sardjono mengaku sudah membersihkan beberapa bagian tubuh yang terkena infeksi. Salah satu cara dengan membalutkan kain perban untuk menutupi luka bakar.
"Butuh kesabaran dan ketelatenan dalam menangani kasus ini. Bisa jadi, waktu perawatan akan berlangsung lama," tambahnya.
Sementara itu, selang beberapa jam menjalani masa operasi, Bupati Pamekasan, Drs KH Khalilurrahman, memberikan santunan kepada keluarga korban. Adapun jenis bantuan yang diberikan, yakni berupa uang yang diserahkan melalui Kasubag Rumah Rangga, Pemkab Pamekasan, Munafi'.
Bupati sendiri sempat berkomunikasi dengan ayah korban, Sucipto lewat ponsel. Dalam pembicaraan tersebut, bupati menghendaki agar mendapat perawatan medis secara serius dan juga meminta pada ayah korban, agar anaknya tetap dijaga dan nantinya diberi pendidikan yang layak. kepadanya.
"Terima kasih Pak bantuannya. Bapak bupati telah memperhatikan kami orang miskin," kata Sucipto, menjawab ponsel bupati. (Subairi/Koran SI/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan