getting time...

NEWS » News

Berselisih, Korban Kebakaran Ternate Nyaris Bentrok

Rival Fahmi - Okezone
Sabtu, 11 Juli 2009 00:36 wib

TERNATE - Meski sama-sama baru mengalami musibah dengan terbakarnya tempat tinggal mereka bukan berarti saling bebas dari konflik. Buktinya, gara-gara masalah sepele, para pengungsi korban kebakaran di Ternate, Maluku Utara nyaris baku hantam.

Kejadian itu terjadi saat dua petinggi di daerah yakni wakil Gubernur Maluku Utara KH Gani Kasuba dan walikota Ternate Syamsir Andili bersama sejumlah pejabat, mengunjungi lokasi penampungan para pengungsi di lapangan Ngara Lamo, Jumat (10/7/2009) siang.

Gara-gara memperebutkan tempat tidur, seorang ibu langsung mencaci gadis remaja yang telah menempati tempat tidur itu lebih dulu. Diduga kuat ibu itu emosional melihat para remaja yang sudah menempati sisi selatan tenda tersebut.

"Kalian anak-anak kost enak. Saat kebakaran, kalian tinggal angkat barang lalu pergi tanpa merasa tak mengalami kerugian apapun. Sedangkan kami harus kehilangan rumah serta isinya," sembur ibu setengah baya itu.

Terang saja, ucapan wanita itu langsung memprovokasi sesama korban lain sehingga sempat menimbulkan ketegangan dalam tenda tersebut. Tak pelak, segala cacian dan kata-kata kasar pun meluncur menghujat kearah para penghuni kost-kostan.

Mendengar adanya keributan, sejumlah petugas baik kepolisian dan palang merah yang tengah bertugas terpaksa harus turun tangan menenangkan para korban yang terlihat mulai beringas.

Para korban rumah terbakar itu memang sementara diungsikan di lapangan Ngara Lamo dan lapangan Tapak I. Puluhan tenda didirikan dinas Sosial Pemda setempat.

Pantauan Okezone, di lokasi penampungan sementara itu terpasang kurang lebih 15 tenda besar yang menampung ratusan orang bersama barang-barangnya. Terlihat pula tiga dapur umum yang sudah disediakan lengkap dengan MCK dan fasilitas air minum berupa truk tangki dari pihak PDAM.

Selain di dua lapangan itu, sebagian pengungsi juga menempati dua mesjid di kawasan tersebut, serta rumah-rumah penduduk sekitar yang tidak terbakar. Sejumlah aparat baik dari Kepolisian, TNI, PMI dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah diterjunkan untuk membantu para korban kebakaran pada Kamis malam itu.

"Kami juga menurunkan sedikitnya 100 personel untuk membantu pelaksanaan tugas taggap darurat," papar Dandim 1501 Ternate Letkol (Inf) Hafrudin Daeng pada Okezone Jumat malam.
(kem)