BOJONEGORO - Daerah hilir Bengawan Solo di Bojonegoro, Jawa Timur, hari ini sudah memberlakukan siaga I banjir. Saat ini ketinggian air hampir di atas normal, yakni naik sekira 38 cm, sejak tengah malam.
Sementara berdasarkan data di papan duga Pasar Kota Bojonegoro, menunjukkan angka 13 pheilscal atau Siaga I.
“Ketinggian air Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro sudah menunjukkan kenaikan sejak kemarin. Dan hari ini sudah ditingkatkan statusnya menjadi Siaga I,” ujar petugas pemantau Dinas PU Pengairan Bojonegoro, Subagyo saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2010).
Dengan naiknya permukaan air Bengawan Solo di Bojonegoro, berpeluang terjadi banjir luapan di daerah hilir Jawa Timur.
Anak sungai Bengawan Solo yang berpotensi menimbulkan banjir bandang dan tanah longsor yakni Kali Pacal, Kali Gandong, Kali Mekuris, Kali Besuki, Kali Tidu, Kali Tinggang, Kali Puter, Kali Kerjo, Kali Cawak, termasuk Kali Kening, di wilayah Tuban, yang juga melewati daerah Bojonegoro.
Sementara di daerah aliran Sungai Bengawan Solo lainnya, kenaikan debit air sudah terjadi sejak akhir Januari. Kenaikan ini membuat sedikitnya 5.000 kepala keluarga yang bermukim di tepi daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, di area Menden dan Cepu, Blora, Jawa Tengah.
Selain tingginya curah hujan, naiknya air juga disebabkan pendangkalan karena hutan di area hulu semakin habis, dan tidak ada langkah serius untuk memperbaiki.
Sebagai penanggulangan bencana, selain telah menyiapkan perahu evakuasi dan meninggikan tanggul Sungai Bengawan Solo, pemerintah pusat juga telah membangun rumah panggung yang terletak di Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu.
Pembangunan rumah panggung yang menelan dana Rp460 juta dari APBD provinsi setiap paketnya ini, akan terus dikembangkan. Rencana tahun ini pemerintah akan kembali membangun 1 unit lagi di Desa Getas, Kecamatan Cepu.
(ton)