JAKARTA- Dua jenazah teroris yang tewas tertembak saat baku tembak di Aceh Besar, Jumat, 12 Maret lalu, akan dibawa ke RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, hari ini.
Demikian dikatakan Kabareskrim Irjen Pol Ito Sumardi kepada okezone di Jakarta, Minggu (14/3/2010). “Iya, tapi kalau untuk yang memastikan itu tanya saja ke Kapolda Aceh,” ujarnya.
Dua jenazah teroris yang dimaksud Ito di atas adalah Encang Kurnia dan Pura Sudarma. Keduanya tewas setelah ditembak polisi sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu polisi tengah melakukan razia di depan kantor Polsek Kecamatan Leupung Aceh Besar.
Sebelum tertembak, keduanya mencoba melarikan diri dan melepaskan tembakan ke arah polisi. Menurut saksi mata, mereka ditangkap di mobil Mitsubishi L 300 bernomor BK 1116 GU berwarna hitam.
Encang dan Sudarma mencarter mobil tersebut di kawasan Lambaro 2 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Diperkirakan mereka akan melarikan diri melalui jalur pantai Barat Aceh.
Lokasi kontak senjata ini berbeda dengan lokasi penggerebekan di Aceh Besar Kawasan Pegunungan Jalin Janto Aceh Besar pekan lalu yang jaraknya 70 Kilometer dari arah timur Banda Aceh.
Polsek Kecamatan Leupung, tempat terjadinya kontak senjata ini, berjarak 25 kilometer arah barat Kota Banda Aceh. Dari kedua tersangka, polisi mengamankan tiga pucuk senjata jenis AK 47, tiga pucuk M 16, 25 magazine peluru dan ratusan butir amunisi, senter, serta sebuah pistol blok yang diduga milik Briptu Boas Woisir.
(ful)