JAKARTA - Anggota Fraksi PAN Taufik Kurniawan menilai hasil survei LSI yang menunjukkan penurunan elektabilitas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak merepresentasikan keseluruhan kinerja SBY.
“Ini hanya masalah teknis saja, yang seharusnya bisa dimanajemen oleh tingkat pembantu Presiden, karena hasil survei ini diambil berbarengan dengan berbagai isu yang sedang terjadi. Jadi sangat mempengaruhi penilaian masyarakat,” cetus Taufik saat dihubungi okezone, Minggu (5/9/2010).
Meski demikian, Taufik menyatakan hal ini bisa menjadikan acuan bagi Kabinet Indonesia Bersatu II untuk memperbaiki kinerja.
“Dengan isu-isu yang ada ini memang menjadi suatu acuan bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja dari masing-masing pembantu Presiden,” imbuh Taufik.
Taufik mencontohkan kasus ledakan tabung elpiji yang menjadi salah satu indikator dalam survei tersebut, merupakan hal teknis.
“Untuk masalah seperti ini kan tidak mungkin Presiden mengawasi setiap hari. Berarti hasil survei ini lebih merepresentasikan kinerja manajemen yang terkait dengan isu yang terjadi,” jelasnya.
Lembaga Survei Indonesia merilis hasi survei yang menyebutkan ketidakpuasan masyarakat terhadap SBY turun menjadi 66 persen. Namun begitu dukungan terhadap SBY masih terbilang cukup tinggi
Survei LSI ini dilakukan pada Agustus 2010 dengan melibatkan 1.829 responden. Tingkat kepercayaan survei ini sebesar 95 persen dengan margin of error +/- 2,8 persen.
Dalam survei tersebut, pemilih yang puas dengan kinerja SBY sebagian besar berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Faktor pendidikan berpengaruh terhadap tingkat kepuasan terhadap Presiden. Semakin tinggi tingkat pendidikan, responden semakin tidak puas terhadap kinerja presiden.
Isu ledakan tabung gas dan Kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) menjadi isu yang mempengaruhi tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja SBY.
(ton)