JAKARTA - Aktivis Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi mengatakan pemberian remisi kepada para terpidana korupsi dinilai berbau penyuapan. Tak lama lagi, para terpidana akan mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri setelah sebelumnya mereka mendapat remisi HUT ke-65 RI.
“Saya yakin ada permainan uang yang sangat banyak dalam kasus ini,” ujar Adhie kepada okezone, Minggu (5/9/2010).
Adhie menilai Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono sangat memanjakan koruptor. “Pemberian remisi dan grasi ini banyak yang tidak tepat. Perlu dicurigai adanya aliran dana dari Mahkamah Agung ke Kemenhum HAM. Harusnya KPK lebih mengawasi kinerja Lapas juga karena mereka termasuk peran inti di sini,” ujar mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini.
Adhie berharap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dapat menelisik lebih jauh mengenai aliran dana para terpidana koruptor.
Selain itu Adhie menilai citra negeri yang kian buruk karena kekurangtegasan Pemerintah terhadap para terpidana koruptor, membuat masyarakat apatis dan akhirnya lebih senang menggunakan cara sendiri. “Mereka membuat konflik vertikal dengan membela yang menurut mereka patut dibela,” sambungnya.
Adhie menjelaskan hampir semua terpidana koruptor di Indonesia hanya menikmati kurungan kurang lebih satu per tiga dari masa hukumannya. “Ini membuat orang tidak berpikir panjang untuk menjadi koruptor, karena masa tahanan yang tidak seberapa, tetapi mendapatkan uang yang sangat banyak,” cetusnya.
(ton)