tragedi sukhoi

Perampokan Dana BCA

4 Terduga Lalai Jalankan Prosedur Kirim Uang

Bagus Santosa - Okezone
Jum'at, 20 Mei 2011 14:49 wib
Ilustrasi (Ist)
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA - Polda Metro Jaya sampai saat ini masih melakukan penyelidikan intensif kepada empat orang yang terduga terlibat dalam kasus perampokan mobil pengirim uang ATM BCA di Jalan Robusta, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Para terduga itu adalah 2 orang sekuriti, 1 orang supir, dan 1 orang teknisi.

"Masih intensif empat orang ini," ungkap Kabid Humas Mapolda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar, di Balai Wartawan, Jakarta, Jumat (20/5/2011).

Baharudin mengatakan, bahwa keempat terduga ini diperiksa intensif dikarenakan mereka tidak mengikuti prosedur dalam pengiriman uangnya. "Karena 4 orang tidak mengikuti prosedur, penyidik lakukan intensif tehadap sopir dan skuriti. Alasannya sopir kenapa beri tumpangan," ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, dari keterangan sopir dan sekuriti tersebut, mereka mengaku mengangkut anggota  dari kesatuan Brimob, namun Baharuddin membantah bahwa ada keterlibatan anggotanya dalam kasus ini. "Informasi yang kita dapatkan orang (sopir dan sekuriti) ini mengaku mengangkut orang dari Brimob dan dicek ternyata enggak ada nama itu," imbuhnya.

Baharudin menambahkan, seharusnya pihak sekuriti yang mengawal harus memperkecil kemungkinan tindak kriminal. Namun yang terjadi malah memperbesar peluang kriminal dalam pengiriman. "Penyidik melakukan pemeriksaan intensif kepada sopir dan sekuriti, seharusnya mengecilkan. Dengan menaikkan seseorang, dia memperbesar tindakan kriminal," paparnya.

Oleh karena itu, pemeriksaan intensif ini ditujukan untuk mengetahui alibi dari sopir dan sekuriti serta alasan mereka mengangkut orang lain. "Kita periksa alibi kalau perlu dikonfrontir," lanjutnya.

Kendati demikia, lanjut Baharuddin, kesemua terduga yang diperiksa tidak ditahan hanya dilakukan pemeriksaan intensif. "Sekarang sudah dilepas, pemeriksaannya intensif. Indikasi otaknya ke sopir belum ada," pungkasnya.
(ram)