SUKABUMI – Panorama Laut pelabuhanratu kembali memakan korban jiwa. Empat orang wisatawan lokal yang tengah menggelar Papajar (Tradisi makan bersama menjelang Ramadan) terseret ombak. Dua orang berhasil diselamatkan, satu orang tewas dan satu korban lainnya hingga sore hari belum diketemukan.
Keterangan yang dihimpun SINDO, empat wistawan nahas itu antara lain Muji Eko Saputra, 19, warga Kelurahan Naggeleng, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi dan Yoga Santosa, 17; Dani Ahyar, 18, beserta Tri, 17, ketiganya warga Jalan Amubawa Sasana, Babakan Bandung, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi.
Keempat wisatawan yang tiba di Pelabuhanratu dengan menggunakan sepeda motor ini hilang diterjang ombak saat berenang di Pantai Kamboja sekira pukul 08.00 WIB. Dua di antara mereka yakni Dani dan Tri berhasil diselamatkan. Keduanya dilarikan ke RSUD Pelabuhanratu. Sementara Yoga Santosa ditemukan tidak bernyawa setelah tujuh jam tenggelam.
Sedangkan Muji Eko Saputra hingga sore hari masih dalam proses pencarian Badan Search and Rescue Daerah (Basarda) Sukabumi. "Salah satu korban selamat yang diketahui bernama Tri, kondisinya masih krtisi akibat terlampau lama terombang-ambing di laut. Kejadian ini menewaskan seorang koban lainnya yang sempat hilang selama tujuh jam," jelas Ketua Basarda Sukabumi Okih Fajri.
Dipastikannya, untuk mengetahui keberadaan jasad Muji Eko Saputra, Tim Basarda akan, menggelar pencarian selama satu pekan kedepan. Berdasarkan kronologis, ke empat wisatawan ini diduga tidak mengindahkan himbauan petugas penjaga pantai. Padahal, Pantai Kamboja merupakan daerah rawan terjadinya kecelakaan laut. Pasalnya di kawasan pantai tersebut terdapat arus bawah pada gulungan ombak.
Sementara itu Dani, salah seorang korban mengaku saat kejadian ia beserta tiga rekannya hanya bererang di sekitar bibir pantai. Namun arus balik ombak yang menerjangnya tidak mampu dibendung. "Sebenarnya ombak tidak terlampau tinggi, namun saat kejadian sebagian dari kami terjatuh sehingga tidak bias menahan arus balik ombak," ungkapnya.
(Toni Kamajaya/Koran SI/ahm)