SURABAYA - Search and Rescue (SAR) Jawa Timur, malam ini memberangkatkan 20 personel menuju perairan Raas, Sumenep, Madura. Sebanyak 20 personel itu juga dilengkapi dengan tim penyelam Aqualum yang akan menyisir korban di area tenggelamnya Kapal Putri Tunggal.
"Saat ini jumlah korban masih simpang siur. Belum ada kepastian. Tim SAR Jatim malam ini langsung berangkat ke lokasi dengan Kapal RB Rescue 204. Saat ini kami sedang menyiapkan logistik," kata Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Timur, Sutrisno ketika dihubungi Okezone, Sabtu (24/9/2011).
Dia juga mengatakan, perjalanan dari Surabaya ke lokasi tenggelamnya kapal itu membutuhkan waktu 7-8 jam. Setiba di lokasi, Tim SAR ini langsung bekerja termasuk, nanti akan menggali informasi dari masyarakat sekitar.
Sutrisno menjelaskan, saat ini data sementara yang dikantongi Tim SAR Jatim menyebutkan, kapal nahas itu berpenumpang antara 30-40 orang. Lokasi tenggelamnya berada di Perairan Raas, Sumenep, Madura. "Posisi terjadinya peristiwa itu di 500 meter timur laut, tepatnya di titik 07 derajat, 10 detik, 45 menit SK 114 derajat," jelasnya.
Dia mengaku informasi terkait tenggelamnya kapal ini baru diterima sekira pukul 16.10 WIB. Setelah ada infor masi, SAR Jatim langsung melakukan persiapan dan malam ini berangkat. "Jumlah korban masih simpang-siur. Ada yang bilang 13 ada yang bilang 12. Termasuk jumlah penumpang juga masih simpang-siur. Tunggu saja informasi selanjutnya," tukasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, rombongan pengantin ini usai menghadiri hajatan di Pulau Tandu, Kecamatan Raas. Mereka berangkat dengan menggunakan KM Putri Tunggal menuju Surabaya pukul 08.00 WIB. Saat berada di Perairan Gua-Gua atau setelah jalan sekira 2,5 jam yakni pukul 10.30 WIB, kapal diduga mengalami gangguan mesin akibat cuaca buruk.
(ram)