SURABAYA- Maksud hati ingin mencari penghasilan tambahan, namun akhirnya harus merasakan pengapnya jeruji besi. Itulah yang dialami Ardianto (20) warga Desa Klagen, Kecamatan Cerme, Gresik, Jawa Timur.
Tukang bengkel ini ditangkap oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya karena diduga menjual NW (16) kepada seorang Tante.
Aksi perdagangan anak di bawah umur terbongkar setelah polisi mendapatkan informasi dari pemilik hotel. Setelah mendapatkan informasi itu, korps berseragam coklat ini langsung meluncur ke Hotel Istana Permata, Jalan Dinoyo, Surabaya. Di hotel tersebut didapati tersangka yang sedang menunggu di lobby hotel.
Kanit Kejahatan Umum (Jatanum) Polrestabes Surabaya Iptu Yunus Saputra mengatakan, modus yang dilakukan tersangka adalah menjual NW kepada seorang yang diperkirakan usianya 40 tahunan.
Kepada Tante itu Ardianto mematok harga Rp1 juta untuk sekali kencan. Rupanya, keduanya menyepakati dengan harga Rp500 ribu.
"Tersangka kami tangkap di lobby hotel. Sementara Korban sedang melayani sang Tante di hotel kamar A-7," kata Yunus kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Jalan Taman Sikatan 1, Selasa (27/9/2011).
Dari penangkapan itu, polisi berhasil menyita uang tunai sebesar Rp500 ribu dan struk pembayaran kamar hotel. Saat ini polisi masih mengejar Rofik, salah seorang tersangka yang diduga terlibat dalam perdagangan anak ini.
Sementara itu, di hadapan petugas, Ardianto mengaku melakukan perbuatan ini baru sekali. Dari hasil transaski itu, dia mengambil bagian sebanyak 40 persen. Pria berpawakan kurus ini, mengaku hanya disuruh oleh Rofik untuk mengantarkan Nur Wahyudi ke Hotel yang dituju itu.
"Saya disuruh Rofik. Untuk mengantar NW ke Hotel ini," akunya.
Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 88 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.