nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terlibat Pengiriman TKI Ilegal & Trafficking, Oknum PNS Diamankan

ant, Jurnalis · Jum'at 29 Mei 2015 04:32 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2015 05 29 340 1157026 terlibat-pengiriman-tki-ilegal-trafficking-oknum-pns-diamankan-IgpQNbDc9r.jpg

BATAM – Oknum pejabat PNS dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kepulauan Riau (Kepri), harus berurusan dengan polisi. Oknum PNS berinisial NB (57) itu ditahan setelah rumahnya digerebek dan diketemukan seorang calon TKI ilegal dan anak di bawah umur.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, mengamankan NB setelah mendpat informasi dan laporan dari sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

NB diduga terlibat pengiriman TKI ilegal dan perdagangan manusia (human trafficking) di bawah umur. Dari laporan itu, aparat pun menggerebek rumah NB di Perumahan Villa Bukit Indah Batam Center, Kota Batam dan diketemukan calon TKI ilegal, NN (16) dan FT (34).

"Kami tahu adanya TKI ilegal dan diduga ada anak di bawah umur dari laporan LSM, beber Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri AKBP Edi Santoso.

“Makanya kami langsung melakukan penyelidikan dan ternyata benar, di dalam rumahnya ditemukan dua orang calon TKI, yakni NN dan FT," tambahnya.

NN dan FT dari pengakuan NB, rencananya akan dipekerjakan di Malaysia sebagai penata laksana rumah tangga yang tak dilengkapi dokumen resmi.

Dari pengakuan salah satu korban, mereka terpaksa lantaran jika menolak dikirim ke Malaysia, mereka akan dijatuhi denda Rp15 juta. Selain mengamankan NB, polisi juga mengamankan telefon genggam, tiket pesawat korban, KTP, KK dan akta lahir korban yang dipalsukan.

"Setelah mendapatkan dua orang calon TKI ilegal itu, kami langsung mengamankan dan melakukan penyidikan terhadap NB. Korban baru saja tiba di Batam. Namun semua dokumen seperti KTP dibuat di Batam (KTP Batam). Ini menunjukkan bahwa semua dokumen dipalsukan," lanjut Edi.

"Denda (Rp15 juta) tersebut yang akhirnya membuat korban menyanggupi permintaan pelaku karena tidak sanggup untuk membayar uang ganti rugi yang diinginkan pelaku tersebut," imbuhnya lagi.

Adapun dari pemeriksaan terhadap NB, sang pelaku mengaku baru sekali ini berencana mengirim dua calon TKI ilegal itu ke negeri jiran. Saat ini, NB sudah ditahan di Polda Kepri dan terancam 15 tahun penjara dengan dikenakan pasal tentang human trafficking.

"Pelaku kami kenakan pasal tentang perdagangan manusia dengan ancaman hingga 15 tahun penjara. Sementara korban akan dipulangkan ke kampung halaman di Pulau Jawa," kata dia.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini