JAKARTA - Antre berkali-kali untuk mendapatkan jatah daging kurban, kini menjadi tren di kalangan masyarakat urban Jakarta. Daging itu pun tidak semuanya dikonsumsi, melainkan dijual sebagaian untuk keperluan sehari-hari.
"Selama musim Idul Adha kita biasanya antre di beberapa tempat. Habis itu dagingnya kita jual," tutur Wulan, seorang pengantre di masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (7/11/2011).
Dia mengaku, selama Hari Raya Idul Adha merupakan kesempatan untuk mencari uang tambahan. Pasalnya, dia bisa mendapatkan lima sampai tujuh paket daging kurban dari beberapa tempat.
"Paling yang kita makan sendiri cuma satu bungkus. Sisanya ya kita jual," tambahnya.
Menurut Wulan, satu paket daging kurban biasa dihargai sampai puluhan ribu rupiah. Paket-paket tersebut dijual ke tetangga-tetangga sendiri yang tidak mendapatkan daging korban.
"Di Istiqlal tadi, saya dapat dua bungkusan, satu kilo daging sama setengah kilo jeroan. Habis itu saya jual, laku Rp40 ribu," akunya.
Bagi Wulan, tindakan seperti itu sah dan wajar-wajar saja. Yang salah, menurutnya, jika satu orang mengantre berkali-kali di satu tempat.
"Tadi di Istiqlal ada yang ngantre sampai lima kali," pungkasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.