Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Menyambut 'Utusan Dewa' di Perayaan Cap Go Meh

Genta Wahyu , Jurnalis-Senin, 06 Februari 2012 |13:33 WIB
Menyambut 'Utusan Dewa' di Perayaan Cap Go Meh
(Foto:Genta/okz)
A
A
A

SOLO- Puncak perayaan Cap Go Meh di Solo, Jawa Tengah, ditandai dengan pawai liong dan barongsai yang digelar di tiga kawasan pecinan di antaranya, kawasan Coyudan, Ledoksari, dan Sudiroprajan.

Pantauan okezone, Senin (6/2/2012) masyarakat yang didatangi barongsai menyambut iring-iringan barongsai, dengan memberikan angpau kepada barongsai.

Mereka meyakini, bila tempat usaha atau kediaman mereka didatangi barongsai, maka apa yang dicita-citakan, akan terkabul. "Liong dan barongsai ibarat utusan Dewa. Bila liong dan barongsai tersebut mampir, berarti ada pesan dari dewa buat kami. Kami wajib menyambutnya," jelas Humas Klenteng Tien Kok Sie, Aryanto Wong, kepada okezone.

Kehadiran liong dan barongsai dari tiga perkumpulan ini, kata Aryanto Wong, menandai berakhirnya seluruh rangkaian Imlek. Akhir rangkaian ini juga ditandai dengan Cap Go Meh.

Menurut Aryanto, setiap Cap Go Meh, pihaknya selalu berusaha menggelar gelar budaya kebudayaan Tionghoa. Selain itu perayaan Cap Go Meh juga diyakini sebagai puncak hari pengusiran roh jahat sendiri sehingga mereka ingin menunjukkan kebolehan atau kekebalannya.

Selain itu, diharapkan pada tahun naga air yang dikenal dengan perjuangan keras, membawa kesejahteraan dan kedamaian tersendiri. "Termasuk politik dalam negeri juga tenteram dan tidak berujung pada pertengkaran antar-anak bangsa," pungkasnya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement