BANDUNG - Pencarian mahasiswi ITB, Angelina Yofanka, yang hanyut di Garut, Jawa Barat, melibatkan banyak pihak. Tim SAR gabungan dari Basarnas, Kepolisian, TNI, Wanadri, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) Ganesha ITB, dan organisasi pecinta alam lainnya, bahu membahu menyusuri jalur darat dan Sungai Cikandang untuk mencari mahasiswi Teknik Kelautan angkatan 2009 itu.
“Operasi pencarian dilakukan sekira 130 orang dari SAR gabungan,” sebut Ketua Infokom Satkorlak Operasi SAR Cikandang KMPA Ganesha ITB, Johan Santoso, ditemui di Sekretariat KMPA ITB, Selasa (7/2/2012).
Dia menyebutkan, dari KMPA Ganesha ITB sendiri menurunkan sekira 40 orang. “Kami fokus di spot (titik hilang) Tanjungjaya, dan menyisir sungai juga darat,” sambung Johan.
Menurutnya, lokasi yang disisir mencapai 15 kilometer dari titik hilang hingga muara sungai. “Belum juga ada tanda-tanda,” ujarnya saat dihubungi siang ini.
Angelina hanyut saat arung jeram bersama tim pecinta alam lainnya di kawasan Leuwi Peer, Kampung Cibihbul, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, pada Minggu 5 Februari lalu. Perahu karet yang ditumpanginya enam orang, termasuk remaja kelahiran Bekasi 11 Juli 1992 itu. Lima rekannya selamat namun Angelina tidak kunjung muncul ke permukaan air.
(ton)