tragedi sukhoi

Dijaga Ketat, Pendemo Tak Bisa Tembus ke Cikeas

Rabu, 15 Februari 2012 15:08 wib
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)
Ilustrasi (Foto: Heru Haryono/okezone)

BOGOR- Kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, sampai saat ini masih sepi dari aksi unjuk rasa yang akan dilakukan massa dari Gerakan Rakyat Untuk Duduki Cikeas 2.

Menurut informasi, masa dari Guruduk yang didatangankan dari Jakarta, Bekasi, dan Kota Bogor, tidak berhasil menebus penjagaan yang dilakukan aparat gabungan TNI dan Polri yang sudah disiapkan di tiga titik. Kedatangan mereka langsung dihadang sebelum masuk wilayah Kabupaten Bogor.

Sementara itu pantauan di sekitar rumah SBY, penjagaan super ketat dilakukan di setiap gang dan jalan-jalan dengan menempatkan personel baik berseragm lengkap ataupun preman. Tidak hanya polisi, penjagaan juga dilakukan pihak TNI.

Kapolres Bogor AKBP Herry Santoso mengatakan, untuk mengamankan aksi unjuk rasa dari Polres Bogor menurunkan 600 personel. Mereka ditempat di sejumlah titik dan akses menuju rumah Presiden.

"Untuk pengamanan kita siaapkan 600 personel," ujar Kapolres saat ditemui di Jalan Raya Cileungsi Cibubur, Rabu (15/2/12).

Seperti diketahui, aksi untuk menurunkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono nampaknya masih terus terjadi. Kali ini massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Duduki Cikeas 2 dari wilayah Jabodetabek akan melakukan aksi ke Cikeas, Kabupaten Bogor meminta agar Presiden mundur.

Koordinator lapangan Agus mengatakan, aksi yang dilakukan di Cikeas sebagai bentuk kampanye untuk menyatakan bahwa SBY sudah tak layak lagi sebagai presiden.

(Endang Gunawan/Sindo TV/crl)

  • sumar.jm » 0 Tanggapan
    kalau begini sudah berlebihan,kita boleh saja meneriakan presiden untuk mundur dari jabatan nya.tapi jangan ke kediaman pribadi nya kita harus bisa membedakandi mana posisi beliau sebagai presiden dan dimana posisi nya sebagai masyarakat indonesia, kalau beliau lagi di istana dan jam dinas itu posisi nya sebagai presiden kalau sudah kembali ke kediaman pribadi itu posisi nya sama seperti masyrakat biasa, jadi kalau mau meneriakan untuk mundur kenapa tidak di depan istana atau di tempat lain yang bukan di tempt prbadi nya,,demokrasi kita sekarang ini sudah aneh-aneh saja.......!!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • lex 5u5 » 0 Tanggapan
    Orang nga ada kerjaan...cume dikasi uang dikit aja buat demo udah jalan...indonesia....mending cari duit yg bener biar hidup makmur,bukan anarkis...kapan mau maju nya...bodohh koj di pelihara
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.