Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tolak Kenaikan BBM, PKS Lebih Baik Mundur

Misbahol Munir , Jurnalis-Jum'at, 23 Maret 2012 |08:24 WIB
Tolak Kenaikan BBM, PKS Lebih Baik Mundur
A
A
A

JAKARTA - Sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tidak mendukung langkah Presiden SBY menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan bentuk politik pencitraan yang vulgar. PKS dinilai layak mengundurkan diri dari partai koalisi.

Hal itu dikatakan Asisten Staff Khusus Presiden Bidang Publikasi Zaenal A Budiyono. "Bagaimana bisa anggota koalisi berbeda langkah dengan pemerintahan yang didukungnya," kata dia kepada wartawan, Jumat (23/3/2012).

Menurut Zaenal, dalam teori politik manapun itu tidak dikenal. "Kalaupun memang sikap PKS demikian dan tidak bisa diubah, seharusnya PKS gentle dengan keluar dari koalisi. Nyatanya itu tidak pernah dilakukan," jelasnya.

Harus dipahami lanjuta dia, bahwa dalam politik, kekuasaan bukan segala-galanya. Lebih penting dari itu, menurut dia, adalah etika politik dan pentingnya menjaga kepercayaan. "Pada konteks tersebut, PKS tidak mencontohkan satunya kata dan perbuatan," kata dia.

Zainal menegaskan, PKS bukan kali ini saja melakukan politik ambigu terkait kebijakan pemerintah. "Kalau memang berseberangan dengan banyak kebijakan pemerintah, kenapa mereka tidak keluar dari koalisi? Bahkan saat menterinya dikurangi satu oleh Presiden SBY pada reshuffle lalu, dari 4 menjadi 3, PKS tetap “keukeuh” di dalam pemerintahan. Ini pelajaran apa bagi rakyat," tegasnya.

Kata dia, sikap PKS hanya sebuah pencitraan saja, yang seoalah-olah membela rakyat dengan kesan membela kepentingan rakyat. Sayangnya, lanjut dia, caranya terlalu kasar sehingga mudah dibaca, apalagi dengan posisi PKS di dalam koalisi.

Dia menambahkan, turunnya suara PKS dalam beberapa survei terakhir menjadi alarm bahwa publik mulai bisa membedakan partai mana yang bekerja untuk rakyat dan mana yang tidak.

"Rakyat sekarang paham kok, mana partai yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya sibuk berwacana dengan jargon-jargon populis," imbuhnya.  (tri)

(Insaf Albert Tarigan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement