JAKARTA - Pengamat politik dari Universitas Katolik Parahyangan, Asep Warlan Yusuf menilai merapatnya Partai Gerindra dan Hanura ke Partai Demokrat bukan dalam kerangka koalisi, melainkan aliansi.
"Bukan koalisi. Kalau namanya koalisi itu harus satu idelogi dan platform," ujarnya kepada wartawan di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (14/04/2012).
Asep menjelaskan, dalam penyusunan koalisi terdapat beberapa tahapan. Yakni pemilihan presiden, pembentukan kabinet, dan parlemen. Dalam konteks ini Gerindra dan Hanura hanya terlibat di parlemen saja.
"Dalam berkoalisi itu ada tiga tahap. Pada saat pemilihan presiden, susun kabinet dan di perlemen. Nah Hanura itu diujung, parlemen," imbuhnya.
Lebih lanjut Asep menerangkan hubungan kerjasama antara Demokrat, Gerindra, dan Hanura hanya bisa disebut aliansi. "Di perlemen kan harus bebas atau cair betul. Jadi bukan bahasa koalisi namanya, tapi kerjasama atau aliansi," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.