Tiba di Aceh, Korban Kecelakaan Maut Kediri Disambut Isak Tangis

Foto: Ilustrasi

Tiba di Aceh, Korban Kecelakaan Maut Kediri Disambut Isak Tangis
BANDA ACEH - Jenazah lima korban kecelakaan maut di Simpang Empat Semampir, Kediri, Jawa Timur disambut isak tangis para keluarga dan para kerabat di Aceh.

Sejumlah keluarga dan kerabat tak kuasa menahan tangis saat menyambut jenazah di rumah duka di jalan Teungku Cot Plieng, Kota Baru, Banda Aceh, Sabtu (7/7/2012) sekira pukul 14.30 WIB.

Kelima jenazah diterbangkan langsung dari Kediri ke Medan, Sumatera Utara, kemudian diteruskan ke Banda Aceh melalui jalur darat sejak tadi malam.

Kelimanya adalah Yulia Sari (38), dua putrinya masing-masing Bella Tamia Gracia Keteran (17), Tasya Amelia Keteren (12). Kemudian Khairul Fadli (29) dan Andi Permata (35) yang sudah dianggap saudara korban bertindak sebagai sopir dalam perjalan ini. Sementara Jenda Ingan Mahuli, suami Yulia Sari selamat dalam kecelakaan maut itu dan hingga kini masih shok berat.

Tamu berasal dari kerabat dan sahabat korban terus berdatangan ke rumah duka, memberi penghormatan terakhir kepada korban. Kurang dari satu jam di rumah orangtua Yulia Sari tersebut, kelima jenazah kemudian dibawa ke Masjid Kota Baru untuk disalatkan.

Dengan menggunakan ambulans milik PMI Kota Banda Aceh, kelima jenazah kemudian dibawa ke peristirahatan terakhir di tempat pemakaman keluarga di kawasan Neuhuen, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.

Samsul Bahri, ayah Yulia Sari dirinya tak menyangka harus kehilangan anaknya dan dua cucunya seperti ini. "Saya dapat kabar kemarin. Tidak ada pesan apa-apa dari dia sebelumnya," katanya sambil sesunggukan.

Setelah menikah, Yulia Sari bersama Jenda Ingan Mahuli tinggal di Lamdingin, Banda Aceh. Namun sejak dua tahun terakhir, Yulia Sari dan keluarganya memilih tinggal di Medan karena Yulia sedang menempuh pendidikan S2 di sana. Bahkan dua putrinya kini sekolah di Medan. "Dia pulang ke sini cuma sesekali, kalau ada libur," ujarnya.

Jenda Ingan Mahuli tercatat sebagai pengelola sejumlah lembaga pendidikan kesehatan di Aceh, sementara Yulia Sari tercatat sebagai bidan. Jika ada waktu kosong keluarga ini sering berliburan ke luar daerah. Ita, teman sekolah korban Bella Tamia Gracia Keteran di SMA 4 Medan mengaku sangat kehilangan atas meninggalnya Bella. "Dia teman sebangku saya," katanya.

Beberapa hari lalu, Ita mengaku sempat mengobrol melalui telepon dengan Bella yang saat itu sedang liburan dengan keluarganya. "Dia minta tolong bantu daftar ulang sama saya, karena dia mengaku lama baliknya," kata Ita. "Aku enggak tahu pulangnya kapan ini. Kayaknya lama pulangnya," sebut Ita meniru ucapan Bella.

"Dia juga berpesan saat itu minta dicari bangku paling depan di sekolah, biar duduknya paling depan," tambah Ita.

Menurutnya pada 14 Agustus mendatang, Bella akan ulang tahun yang ke 18. "Dia minta dikasih kue," ujarnya. Bagi Ita, Bella adalah sahabat yang tak bisa dilupakan. "Dia orangnya periang," katanya.

Sementara Imelda, rekan SMP Bella mengatakan, pada 27 juni lalu dia terakhir berkomunikasi dengan Bella di twitter. "Saya minta nomor HP teman sama dia," ujarnya. "Tidak ada firasat apa-apa bakal begini jadinya," tutupnya.
(sus)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Berlatih Jadi Perawat Sejak SMK