Beginilah Cara Anas Melihat Saling Sikut KPK Versus Polri

|

Ilustrasi (Foto: dok Okezone)

Beginilah Cara Anas Melihat Saling Sikut KPK Versus Polri

JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, punya pandangan tersendiri dalam melihat saling sikut antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri ketika memperebutkan kasus korupsi pengadaan Simulator Surat Izin Mengemudi (SIM) 2011. Dengan bermain pada makna bahasa, dia mengungkapnya dengan cara membolak-balikkan kata kunci 'kerjasama'.  

 

"Lebih baik kerjasama daripada sama-sama kerja. Apalagi tidak kerjasama," kata Anas di Condet, Jakarta Timur, Sabtu (4/8/2012).

 

Anas tidak mau menjelaskan apa maksud dari penggalan kalimatnya tersebut. Dia justru kembali memberi penekanan pada kalimat 'kerjasama' tersebut. "Saya tegaskan, lebih baik kerjasama ketimbang sama-sama kerja, apalagi tidak kerjasama," katanya lagi.

 

Namun, Anas meminta soal kasus Simulator SIM itu tidak digiring menjadi opini perseturuan KPK versus Polisi. "Jangan digiring pada kekisruhan. itu tidak baik," tutur Anas.

 

Kasus korupsi yang terjadi di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri itu seperti kembali memperburuk hubungan KPK dengan Polri. Setelah KPK menetapkan Inspektur Jenderal Djoko Susilo, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Didik Purnomo, Utama PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (PT CMMA), Budi Susanto, dan Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukoco S Bambang, sebagai tersangka, Polri belakangan menyusul dengan menetapkan status tersangka terhadap tiga tersangka versi KPK.

 

Para tersangka versi Polri adalah Brigadir Jenderal Didik Purnomo, AKBP Teddy Rusmawan, Kompol Legino, dan dua pihak swasta, Sukotjo Bambang, dan Budi Santoso. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anang Iskandar, di Jalan Trunojaya, Jakarta Selatan, Kamis (2/8/2012), menyebut mereka telah ditetapkan sebagai tersangka, sejak 1 Agustus lalu.

(hol)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Bus Karyawan Pertamina Jadi Bulan-bulanan Pendemo di Istana