JAKARTA - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menilai, kekerasan yang dialami wartawan Riau TV, Robianto, sudah mengarah pada aksi teror.
Koordinator KontraS, Haris Azhar, menduga, kekerasan yang dialami Robianto terkait gambar penganiayaan yang dilakukan seorang perwira TNI Angkatan Udara terhadap wartawan, Didik, yang meliput jatuhnya pesawat Hawk 200.
"Hal ini terlihat dari tindak kekerasan yang dilakukan empat orang tak dikenal dengan ciri-ciri berbadan tegap," kata Haris dalam siaran pers yang diterima Okezone, Rabu (21/11/2012).
Informasi yang dihimpun KontraS, pukul 20.00 WIB, Rabu 14 November 2012, Robianto baru pulang ke rumahnya di Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Riau. tiba-tiba dia dihampiri empat orang tidak dikenal yang turun dari sepeda motor.
Mereka langsung memukul dan menendang Robianto hingga luka di bagian perut, dada,dan punggung. Puas memukuli dan menendang, salah seorang pelaku menghardik. "Kau sudah tahu orang sudah kemalangan, kau ambil juga gambarnya," kata Haris menirukan umpatan pelaku.
Haris menilai, kekerasan terhadap insan media bisa terus terjadi karena tidak ada penegakan hukum yang efektif.
Terkait teror yang dialami Robianto, Haris meminta Polda Riau berani menegakkan hukum. "Segera menindaklanjuti laporan korban ke Polsek Bukit Raya. Kepolisian juga harus mengambil alih proses hukum penganiayaan yang terjadi pada Didik," tegasnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.