Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

M Nuh: Pendidikan Antinarkoba Masuk Kurikulum SD

Nugroho Setyabudi , Jurnalis-Senin, 04 Februari 2013 |02:26 WIB
M Nuh: Pendidikan Antinarkoba Masuk Kurikulum SD
Mendikbud M Nuh (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

SEMARANG- Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berencana akan memasukkan kurikulum antinarkoba pada mata pelajaran sekolah. Kurikulum baru tersebut dimulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT), yang akan diberlakukan pada Juli nanti.

Mendikbud, M Nuh, mengatakan, program-program dalam kurikulum itu dibagi dalam beberapa jenis kegiatan. Misalnya praktik dengan mengajak siswa atau mahasiswa untuk berkunjung ke tempat rehabilitasi para pecandu narkoba. Hal tersebut dilakukan agar siswa dapat melihat dampak yang disebabkan narkotika. Mereka juga dapat mendengar langsung berbagai testimoni dari mantan pengguna narkoba.

"Bila mungkin dalam pelaksanaan kurikulum itu kita akan kunjungi ke tempat rehab, tapi kalau tidak ya kita datangkan saja ke sekolah," kata M Nuh saat ditemui di Bandara International Ahmad Yani, Semarang Minggu 3 Februari.

Meski kurikulum antinarkoba efektif diberlakukan mulai Juli mendatang, namun menurut M Nuh, pihaknya telah melaksanakan kurikulum tersebut.

"Ya, kalau Juli terlalu lama, itu kan resminya. Demi pencegahan yang harus dilakukan secara cepat, kami sebetulnya sudah melakukan," imbuhnya.

Kurikulum antinarkoba itu akan dimaksukkan ke dalam program ekstrakurikuler. Pihaknya juga akan meminta bantuan kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menjalankan kurikulum tersebut.

"Kerjasama dengan BNN, adalah salah satu pendukung pelaksanaan kurikulum itu," pungkas M Nuh. 

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement