Pemerintah Didesak Evaluasi Kebebasan LSM Asing

Rabu, 24 April 2013 21:16 wib | K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Pemerintah Didesak Evaluasi Kebebasan LSM Asing Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone) JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo mendesak agar pemerintah mengevaluasi keberadaan LSM asing, World Wide Fund for Nature (WWF). Sebab keberadaan WWF dinilai kurang memberikan manfaat.
 
"Saatnya pemerintah mengevaluasi dan menghentikan kerjasama dengan WWF. Kehadiran mereka di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Riau tidak ada manfaatnya, justru malah memperparah kerusakan hutan di sana," kata Firman, Rabu (24/4/2013).

Keuangan mereka (WWF), kata Firman, juga wajib diaudit publik. Harus ada pertanggungjawaban. Tidak boleh dibiarkan. "Mereka menjual isu lingkungan hanya untuk mencari dana, sementara kinerja mereka di Taman Nasional Tesso Riau amburadul. Jangan sampai mereka diberi peluang menggarap proyek lainnya,” ujarnya.

Anggota DPR Fraksi Partai Golkar itu menambahkan pemerintah harus segera mengusut mangkraknya proyek WWF di TN Tesso Nilo. "Siapa otak dibalik mangkraknya proyek WWF di TN Tesso Nilo juga harus diusut," tegasnya.

Firman mengatakan, pentingnya audit keuangan dan kinerja terhadap LSM asing WWF, sebenarnya sudah diatur dalam RUU Ormas. Karena itu, UU Ormas sangat diperlukan guna menjaga kedaulatan dan keutuhan Indonesia dari campur-tangan LSM asing.

“Siapa bilang UU Ormas mengekang kebebasan, Kebebasan yang seperti apa, Apakah sebagai negara berdaulat Indonesia harus telanjang bulat di depan dunia. Jangan samakan Indonesia dengan negara di Amerika dan Eropa yang wilayahnya kecil. Itu tidak mungkin. Indonesia itu luas dan menyebar sehingga perlu diawasi,” tegas Firman. (hol)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »