JAKARTA- Direktur PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S Bambang, mengaku kerap dimintai uang oleh sejumlah anggota Polri terkait proyek pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.
Salah satu orang yang meminta uang, kata Sukotjo, adalah mantan Wakil Kepala Korlantas, Brigjen Pol Didik Purnomo. Uang tersebut dimintanya melalui anggota Irwasum Polri, yang bernama Fajar.
Ada kode-kode tertentu yang digunakan Didik untuk meminta uang tersebut. Kode tersebut di antaranya, "Brownies" dan "kaliber". Brownies berarti uang, sedangkan kaliber berarti satuan nominal uang merujuk pada kata jutaan.
"Kata Fajar waktu itu, Kasihan pak Waka (Wakil Kepala). Budi enggak pernah perhatikan pak Waka. Sekali-sekali bawa kaliber 50 atau 100-lah," kata Sukotjo saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (24/5/2013).
Sukotjo pun memenuhinya, dan memberikan uang Rp50 juta. Uang itu diberikan ketika Fajar berkunjung ke kantornya di Bandung. "Paket itu saya berikan. Dia bertanya, jadi kaliber berapa yang disiapkan?, Saya jawab kaliber 50. Dia bertanya lagi, kemasannya seperti apa?, Saya jawab, biasa, oleh-oleh Bandung, Brownies," katanya.
Didik saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi Simulator SIM.
(Stefanus Yugo Hindarto)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.