JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta memeriksa kinerja PT. Merpati Nusnatara Airlines (MNA), terkait kecelakaan pesawat MA 60 hingga terbelah dua di Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 10 Juni 2013 lalu
"Komisi III DPR jangan mudah menyebut penyebab kecelakaan pesawat MA60 karena tidak layak, tanpa lebih dahulu melakukan audit," ujar Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (7/7/2013).
Menurut investigasi yang dilakukan IAW, bahwa kesalahan sesungguhnya terletak pada pengemudi atau pilot.
Mantan anggota DPR dari Partai Bintang Reformasi (PBR) ini menambahkan, IAW mendapat informasi bahwa Kementerian Perhubungan, melalui Direktur Kelaikan Udara dan Pesawat Udara (DKUPPU) Diding Sunardi telah mengeluarkan surat yang isinya memberikan gambaran tentang penyebab kecelakaan itu.
"Kecelakaan terjadi akibat dari ketidak-tangkasan seorang instruktur dalam mengantisipasi gerakan pesawat yang berada dalam tanggung jawabnya, itu diduga jadi penyebab kecelakaan," paparnya.
"Pesawat mengalami "hard landing" melebihi kekuatan struktur pesawat dan mendarat tidak pada posisi yang benar, dimana hidung pesawat menyentuh landasan terlebih dahulu. Padahal penerbangan tersebut merupakan penerbangan Training, seperti itu kesimpulan Kementrian Perhubungan yang disampaikan oleh Direktur DKUPPU Diding Sunardi," kutib Junisab.
Sementara itu, mantan Dirut PT. MNA Sardjono Jhony yang beberapa tahun sudah pernah menjadi pilot dibeberapa maskapai internasional dengan halus mengelak menjawab. "Sebaiknya kita tunggu saja hasil keputusan KNKT biar objektif," ujar Jhony.
Senada dengan Jhony, Direktur Safety PT MNA Rilo Nauli Raja mengatakan, saya tidak berhak menjawab pertanyaan (terkait jatuhnya pesawat MA60) tersebut.
Dalam kesempatan terpisah mantan General Manager Flight Operation PT. MNA, Wibowo Basuki menduga ada human eror dalam kecekalakaan itu di Bandara Elatari tersebut. "Kalau soal pesawatnya saya kira baik-baik saja karena sudah bisa dijual antar negara iya pasti sudah ada sertifikasinya," ujarnya.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.