Fahri Hamzah: Gagah Kalau FPI Cium Merah Putih

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (foto: Okezone)

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Fahri Hamzah menilai latihan Bela Negara yang diberikan Tentara Nasional Indonesia (TNI) kepada Front Pembela Islam (FPI) merupakan upaya yang baik dan positif.

Fahri pun menyayangkan bila Pangdam III Siliwangi Mayor Jenderal TNI Muhammad Herindra mencopot Dandim Lebak, Banten Letkol Czi Ubaidillah karena menggelar latihan Bela Negara terhadap FPI pada 5 hingga 6 Januari 2017 tanpa berkoordinasi dengan Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi.

"Apapun TNI kalau ada permintaan di masyarakat ingin dilatih, keterampilan bela negara, ya harus (dilatih). Kan gagah kalau FPI cium merah putih. Jangan istilahnya pemikiran kita jangan dikotomis, kan itu merusak konsepsi negara kesatuan juga," kata Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/1/2016).

 

Menurut Fahri, materi-materi yang disajikan dalam program Bela Negara dinilai cukup baik bagi semua warga negara termasuk ormas-ormas seperti FPI. Salah satu materinya yakni Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila (P4) yang menumbuhkan kesadaran bagi negara untuk membela negara.

"Kalau enggak dilatih bela negara, bela siapa dong, masa suruh dilatih bela Ahok. Kan sebetulnya sekarang ini ada kepentingan bagi kita untuk memiliki pedoman-pedoman standar di dalam kesadaran bela negara. Kalau dulu itu ada PMP, kemudian penataran P4, sekarang tuh ada juga kurikukum pelajaran kewarganegaraan ya," tegasnya.

Fahri menjelaskan, dari program bela negara itu nantinya akan membuat kelompok-kelompok sipil lebih berkomitmen dan bisa mengambil peran untuk membela negaranya, terutama membela NKRI dan Pancasila.

"Jadi kalau ada kelompok sipil yang komit dengan negara kesatuan, dan juga ingin komit artinya dia ingin dilatih wawasan jadi bagian dari negara kesatuan, bagaimana jadi pembela negara, bagaimana jadi patriot, ya harus dilatih, dia harus membela negara," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Penerangan Daerah Militer (Kapendam) III/Siliwangi Letkol Arh M Desi Ariyanto mengatakan latihan ini seharusnya sudah memperoleh persetujuan secara hirarkis. Dandim Letkol Czi Ubaidillah lebih dahulu melapor kepada Danrem dan selanjutnya kepada Pangdam.

"Ditemukan kesalahan prosedur yaitu Dandim tidak berlapor terlebih dahulu baik kepada Danrem maupun Pangdam III/Siliwangi sebelum menyelenggarakan kegiatan Bela Negara," ujar Desi.

(wal)
Live Streaming
Logo
breaking news x