GAZA - Utusan Timur Tengah PBB baru-baru ini mengatakan prihatin dengan situasi di Jalur Gaza. Pasalnya kawasan bekas zona perang itu kini tengah kekurangan pasokan listrik. Warga hidup dalam gelap gulita.
Koordinator Khusus PBB bagi Proses Perdamaian Timur Tengah Timur Tengah, Nickolay Mladenov selalu mengikuti perkembangan situasi yang merebak di Jalur Gaza. Perhatian yang sama juga disampaikan dari kantor pusat PBB di New York.
"Dua juta orang Palestina yang bermukim di Gaza saat ini hanya diberi listrik selama dua jam dalam sehari. Sekarang sedang musim dingin," kata Eri Kaneko, Asisten Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres.
Dengan kondisi ini, Mladenov menyerukan agar protes damai dan pertemuan umum di Jalur Gaza sepenuhnya dihormati. Sebagaimana diberitakan Xinhua, Minggu (15/1/2017), Mladenov juga meminta semua lembaga yang bertanggung-jawab harus bekerjasama untuk segera menyelesaikan krisis listrik di Gaza.
Pasukan polisi Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) pada Kamis 12 Januari 2017 malam waktu setempat membubarkan ribuan pengunjuk-rasa yang memprotes krisis listrik. Hal yang tak pernah terjadi sebelumnya di daerah kantung pantai itu.
Beberapa saksi mata mengatakan ribuan orang Palestina turun ke jalan di kamp pengungsi di bagian utara Jalur Gaza, Jabalia. Mereka turun ke sana untuk memperlihatkan betapa besar tentangan atas krisis listrik yang tak terselesaikan dan malah meningkat dari waktu ke waktu tersebut.
(Silviana Dharma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.