JAKARTA – Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelorakan KH Hasyim Asy'ari berbeda dengan jihad yang dipahami oleh Jazuli Juwaini, tokoh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Akibat terorisme, makna jihad mengalami pergeseran dan nilai.
Cucu pendiri NU KH Hasyim Asy'ari yakni Aizzudin Abdurrahman (Gus Aiz) menanggapi pandangan Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini yang dinilai kurang tepat dalam memahami Resolusi Jihad NU.
"Resolusi Jihad NU yang difatwakan KH Hasyim Asy'ari merupakan perlawanan terhadap penjajah dalam konteks mempertahankan wilayah, membuktikan kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamirkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta kepada dunia harus dipertahankan," kata Gus Aiz yang juga salah satu ketua PBNU, Kamis (19/1/2017).
(Baca: PKS Anggap Fatwa MUI Bukan Sumber Kegaduhan)
"Kita harus berhati-hati kepada mereka yang akan memanipulasi sejarah untuk kepentingan kekuasaan, ekonomi, apalagi tujuan politik yang merongrong kedaulatan negara, Pancasila, dan undang-undang dasar negara Indonesia. Yang ada saat ini agama dijadikan komoditas kepentingan kelompok tertentu, memecah belah sesama warga negara dan umat," lanjutnya.