BANDA ACEH - 14 militer Amerika Serikat akhirnya mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar. Kedatangan belasan pasukan angkatan udara tersebut untuk memperbaiki kerusakan mesin pesawat militer AS yang telah mendarat darurat sejak 13 hari lalu.
Para personel militer tersebut diantar menggunakan pesawat barang milik US Air Force. Mereka tiba kemarin di Bandara SIM. Selain teknisi, sejumlah mesin dan peralatan pesawat juga diangkut untuk memperbaiki kerusakan mesin pesawat Boeing 707 yang telah mendarat darurat terlebih dahulu.
Komandan Landasan Udara SIM, Kolonel Pnb Suliono menjelaskan, pesawat C-17 pengangkut mesin dan personel militer tersebut menempuh perjalanan dari Washington DC. Kemudian menuju Alaska dan meneruskan perjalanan ke Jepang, hingga mendarat di Bandara SIM.
Jadwal kedatangan tim teknisi pesawat ini sebelumnya terus mengalami pembatalan. Bahkan jadwal kedatangan tim terus berubah sejak pekan lalu. Menurut Suliono keterlambatan itu diakibatkan terjadinya masalah di pesawat yang menuju Aceh.
"Di Alaska kebetulan ada trouble pesawat, sehingga harus menginap di sana. Harusnya Alaska langsung ke Jepang, Jepang langsung ke sini. Cuma karena di Alaska trouble, menginap setelah itu besoknya ke Jepang," kata Danlanud di Aceh Besar, Rabu (5/4/2017).