JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur mengalami peningkatan. Meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah, api masih berpotensi muncul kembali karena bara kebakaran tersimpan di bawah permukaan lahan gambut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, terdapat enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla di Indonesia dengan luas lahan karhutla saat ini 1.256 hektar.
Di Papua Selatan, luas penanganan karhutla tercatat 455 hektare atau turun 25%. Sementara itu, di Kalimantan Tengah meningkat menjadi 547 hektare atau naik 56% dan Kalimantan Timur mencapai 60 hektare atau naik 80%.
Kemudian, di Nusa Tenggara Timur luas penanganan turun menjadi 14 hektare atau 48%. Adapun di Sulawesi Tenggara tercatat 91 hektare dan Sulawesi Tengah 89 hektare atau turun 4%.
“Kami bisa menyampaikan bahwa di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur, sebenarnya beberapa waktu yang lalu sudah terjadi hujan,” kata Berton, Selasa (3/11/2026).
“Mengingat lahan tersebut merupakan lahan gambut, titik api yang ada di permukaan sudah padam. Namun demikian, di bawah permukaan masih ada bara, sehingga sangat berpotensi terjadi kebakaran hutan baru,” lanjutnya.
Sementara untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BNPB menyiagakan 51 unit pesawat dan helikopter untuk penanganan karhutla di sejumlah provinsi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 unit digunakan untuk operasi pemadaman melalui water bombing, sedangkan 21 unit lainnya untuk patroli maupun operasi modifikasi cuaca (OMC).
Berton mengatakan bahwa BNPB juga melaksanakan OMC di tiga provinsi, yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan. Di Kalimantan Tengah, OMC telah dilaksanakan sebanyak enam sorti dengan total 10.600 kilogram dry ice dan NaCl. Hujan dilaporkan terjadi di Palangka Raya, Sukamara, Katingan, Kotawaringin Timur, Seruyan, Kotawaringin Barat, Gunung Mas, hingga kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, OMC dilakukan selama dua hari dengan dua sorti dan menyebarkan 1.800 kilogram NaCl. Hujan dilaporkan terjadi di Banjarbaru, Banjarmasin, Tanah Laut, dan Tanah Bumbu.
Adapun di Sumatera Selatan, BNPB melaksanakan empat sorti OMC dengan menyebarkan 5.600 kilogram NaCl. Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, seperti Palembang, Muara Padang, dan Banyuasin.